Jumat, 24 April 2009

Pusis ini menyakitkan....

Perasaan Menyakitkan


Bilakau tak mencintaiku…

Kau boleh membenciku…

Tapi jangan kau acuhkan aku…

Puisi

Bayang Semu


Setiap aku menoleh

Aku temukan bayangan yang aku kenal

Aku kira itu kau

Tapi ternyata itu hanya semu


Langit biru ini memantulkan kenangan

Kenangan biru bersama

Biru cerah kau dan aku


Tapi kini

Biru menjadi hitam

Cerah menjadi mendung

Hilang bersama hujaman hujan

Puisi

Rindu Hatiku


Aku merindumu dengan sangat

Rinduku padamu laksana ujung pedang

Siap menikam hatiku

Menghancurkan hatiku pada kehampaan


Derita merindumu teramat

Hatiku merana

Perih tikaman rindumu padaku

Menenggelamkanku pada merah kehampaan

Puisi

Waktu

Aku adalah pembenci waktu

Waktu mengambil segalanya


Tawaku

Sedihku

Gembiraku

Dukaku


Waktu juga yang mengambilnya

Waktu yang memisahkan aku dan dia

Langkahku


Aku pernah melangkah

Pernah juga berhenti

Berhentiku adalah airmata

Basah dalam jalanku yang berliku


Aku pernah berhenti melangkah

Pernah juga kembali melangkah

Langkahku adalah cahaya

Terang dalam membibing jalanku yang berliku

Puisi

Rindu


Ada yang hilang

Perasaan merindu

Merindu seorang yang dulu pernah dijumpa

Merindu seorang yang telah pergi


Rinduku padamu adalah cahaya

Cepat dan hampir tak terlihat

Rinduku padamu adalah udara

Tak terlihat tapi terasa


Merindumu sangat menyakitkan

Merindumu adalah racun

Menjalar di segala tubuhku